Welcome all...

Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh… Selamat datang kembali di blog ini dengan tampilan yang lebih segar dan bersahabat, jangan lupa klik blog archive untuk melihat semua postingan. Thanks

Strategi memilih lokasi

Marketing mix adalah alat yang sesuai untuk sebuah bisnis guna mendapatkan reaksi dari target pasar dalam kaitannya dengan tujuan pemasaran. 4P itu adalah Product, Price, Place dan Promotion.

Starting business, cerita kepepet buka usaha.

Awal tahun 2011 adalah permulaan saya mendirikan "Sentra Cell Group" Bermimpi punya usaha sendiri dan membesarkannya ini tumbuh sejak saya masih SMU, dulu saya berfikir "orang punya bisnis itu enak, bebas dan mereka hidupnya berkecukupan" hmm... simpel ya mikirnya!

Rezeki diantar

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (At Thalaq 2-3) Rezeki ada tiga jenis yaitu rezeki yang dijamin, rezeki yang digantungkan dan rezeki yang dijanjikan. Penjelasan nya, klik ya.

Strategi lebih cepat

Strategi dibutuhkan karena merupakan cara atau pendekatan yang mampu membuat percepatan dan pencapaian agar menjadi lebih mudah, lebih cepat, lebih menguntungkan dan efisiensi waktu, tenaga serta biaya.

Sabtu, 24 Januari 2015

2 Hal yang Sering Terlupakan


Sering saya mendapat pertanyaan dari teman dan sahabat bahkan beberapa orang yang saya baru kenal, pertanyaannya berkaitan dengan bisnis. Pada umumnya rata-rata bertanya hal yang sama, yaitu “Bagaimana memulai bisnis?”

Tidak sedikit dari mereka yang ingin memulai bisnis beralasan atau terkendala oleh tidak memiliki modal atau bingung karena tidak punya ide. Intinya dari mereka yang bertanya adalah bagaimana cara mendapatkan modal untuk membuka usaha dan usaha apa yang cocok dijalankan.

Nah, di tulisan kali ini saya akan menjelaskan secara sederhana untuk teman-teman yang memang ingin sekali menjadi seorang pengusaha namun bingung ingin memulainya darimana.

Dua modal dasar yang dimiliki hampir oleh semua orang dan seringnya terlupakan adalah DOA dan KEBERANIAN.


Kita bahas yang pertama yaitu DOA.

Mungkin banyak yang tidak menyangka, kaget dan heran dengan modal dasar pertama ini. Tak apa, nanti Anda pun akan menganggukan kepala pertanda setuju dengan kekuatan dari sebuah DOA ini.

Modal pertama dalam menjalankan bisnis adalah doa. Begitu seringnya saya merasa kagum dan takjub dengan kekuatan dan efek dari sebuah doa yang saya ucapkan dan panjatkan secara terus menerus. intinya teruslah berdoa “konsisten meminta” pada ALLAH SWT. InsyaAllah terjadi dengan izin dan kasih sayang-Nya.

Siapalah diri kita ini jika melihat kondisi sebagai manusia yang lemah tanpa daya dibandingkan dengan Sang Pencipta yang mampu mewujudkan apapun dalam sekejap mata.

Anehnya yang terjadi adalah banyak dari kita sibuk meminta dan memohon didoakan orang lain agar kita sukses, bisnis lancar dll. Tapi saat ditanya:


Tadi pagi shalat dhuha gak? Doa gak dalam shalat dhuha?
Tadi malam tahajud gak? Doa gak dalam shalat tahajud?
Hari ini shalat di masjid gak? Doa gak waktu shalat di masjid?

Eh, ternyata jawabannya banyak tidaknya. Ayooo ngaku... (termasuk saya juga, masih bolong-bolong)

Sungguh Allah Maha Kaya, Allah Maha Besar. Dialah Allah yang mengizinkan segala hal terjadi di bumi ini, termasuk hal kecil yaitu “kita ingin jadi pengusaha” ingin punya bisnis.

Pengalaman ini persis seperti yang saya alami 4 tahun lalu. Pada waktu itu saya tidak memiliki cukup modal untuk membuka usaha yang saya rencanakan dan impi-impikan. Saya memiliki keyakinan bisnis yang akan saya buka akan menjadi jalan rezeki bagi saya dan keluarga besar. Mengenang masa-masa itu sepertinya indah sekali.

Disaat itulah saya merasa tak berdaya dan meminta kepada Allah melalui doa-doa panjang yang saya sampaikan. Isi doa itu berharap agar Allah memberikan kemudahan jalan terwujudnya bisnis saya, saya meminta dimudahkan segala urusan terkait bisnis dan segala yang dibutuhkan termasuk modal, tempat, laris dll.

Ya.. ternyata tidak membutuhkan waktu yang lama, karena memang mudah bagi Allah untuk mengabulkannya. Harapan-harapan saya terkabulkan dan terjadi. Amazing...!

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah : 186)


Tidak punya apa-apa untuk memulai bisnis? Berdoalah kepada Allah, perbaiki amalan ibadah kita, dhuha kita, tahajud kita, bacaan Quran kita, sedekah kita, kemudian mintalah apa yang kita inginkan.

Kita bahas modal yang kedua yaitu KEBERANIAN.

Keberanian adalah modal yang sebenarnya ada di dalam diri setiap orang namun seringnya terkubur dalam-dalam.

Keberanian ini mencakup keberanian untuk memulai, keberanian untuk percaya diri dalam menjual, keberanian untuk gagal, dan lain sebagainya. Tentu saja kita pun harus berdoa agar terhindar dari berbagai macam hal yang merugikan.

Keberanian inilah yang membuka peluang. Karena dengan berbekal keberanian, saat Anda punya ide bisnis, ide ini bisa Anda presentasikan kepada pemilik modal. Masalah permodalan pun terselesaikan berkat sikap mental positif yaitu keberanian.

Kesimpulannya adalah selama kita mampu BERDOA dan memiliki KEBERANIAN untuk mengambil tindakan serta menanggung resiko yang akan terjdi, maka kita semua berpotensi untuk menjadi pengusaha yang memiliki bisnis dan dari bisnis yang kita jalankan diutamakan untuk berbagi manfaat sebanyak-banyaknya bagi keluarga dan lingkungan.


Belajar dan berbagi strategi UKM | Twitter: @YunusSuhardi | WhatsApp: 081380433208 | FB: facebook.com/suhardiy | Email: yunus985@gmail.com | PIN BBM 799873B9

Kamis, 15 Januari 2015

Ini yang Saya Lakukan Pertama Kali Saat Ingin Berbisnis

Banyak yang memulai bisnis hanya sekedar coba-coba, atau sekedar untuk menambah penghasilan, bahkan ada yang memulai karena tidak mempunyai pilihan lain selain berwirausaha.

Ada juga yang menetapkan tujuan hidupnya hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari saja. Bisa dibayangkan apa yang bakal dilakukan selanjutnya jika tujuannya hanya itu. Hanya seadanya saja, maka hasilnya pun akan seadanya, biasa-biasa saja.

Saya percaya bahawa ilmu pengetahuan tidak akan berarti apa-apa, jika tidak diaplikasikan atau dipraktekkan. Mempraktekan ilmu yang kita pelajari itu barulah benar dan pastinya menghasilkan sesuatu “perubahan”.

Saya menyarankan sebelum teman-teman semua terjun ke dunia bisnis pastikan bahwa persiapan-persiapan sederhana berikut ini sudah dilakukan.

Berdasarkan pengalaman saya pribadi, inilah saran yang baiknya dilakukan sebelum memutuskan untuk berbisnis:


  • Bersilaturahmilah dengan minimal 2 orang pengusaha yang sekiranya sudah kita anggap sukses dan berhasil di bidang yang akan kita jalani. Cari tahu apa penyebab sukses dan apa saja kegagalan yang pernah mereka alami sebelumnya. Catat dan pahami!
  • Cobalah untuk bertemu dengan pedagang-pedagang kaki lima atau pemilik toko di sekitar Anda, tanyakan kepada mereka, tentang pengalaman berdagang mereka lalu ambil pelajaran darinya.
  • Seimbangkan antara waktunya belajar dan waktunya action. Karena banyak belajar tanpa pernah action adalah percuma. Sedangkan banyak action tanpa pernah belajar akan berujung pada kegagalan.
  • Mulailah dan biasakan untuk membaca buku-buku motivasi dan bisnis. Jangan pernah merasa malas. Manfaat dari membaca buku-buku itu akan kita rasakan saat kita menemukan masalah dan kebuntuan. Kita mampu memotivasi diri sendiri tanpa perlu bantuan pihak luar.
  • Lakukan dan perbanyaklah ibadah seperti sholat malam, tahajud, sholat dhuha, sholat jamaah 5 waktu di masjid dan sedekah. Berdoalah meminta petunjuk kepada Allah SWT untuk keberkahan dan kesuksesan bisnis dan kehidupan kita.
Berhati-hatilah dengan perasaan ragu-ragu yang sering berujung pada kegagalan. Jadi, yakinlah bahwa bisnis yang akan dijalani pasti berhasil, meski banyak hambatan dan rintangan di depan. 


Belajar dan berbagi strategi UKM | Twitter: @YunusSuhardi | WhatsApp: 081380433208 | FB: facebook.com/suhardiy | Email: yunus985@gmail.com | PIN BBM 799873B9

Jumat, 09 Januari 2015

Kenapa Saya Memilih untuk Berbisnis



"Jalanilah bisnis sebagai sebuah pilihan, bukan sekedar pelarian apalagi keterpaksaan."

Saya akan berbagi cerita tentang awal mula saya memilih bisnis sebagai jalan yang harus saya tempuh dalam keseharian dan kehidupan ini. InsyaAllah dalam cerita ini mungkin akan ada beberapa nilai-nilai berharga yang bisa teman-teman ambil untuk diterapkan selama berbisnis kedepan. Inilah ceritanya:

Setelah saya lulus SMU, saya melanjutkan pendidikan kuliah di perguruan tinggi di Jawa Timur, saya mengambil jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik. Semangat belajar yang tinggi dan keinginan untuk lulus cepat membuat saya tidak mengenal lelah dalam belajar dan menggali informasi. Latar belakang keluarga sederhana membuat saya tidak banyak memikirkan hal hura-hura. Tujuan terpenting saat itu adalah lulus dan membahagiakan orang tua.

Lebih senang bergaul dengan kalangan dosen dan kakak tingkat, juga membuat saya berfikir sedikit lebih luas dan selangkah lebih maju dari sahabat-sahabat satu angkatan. Target untuk lulus cepat berhasil saya raih. Ya..! saya lulus sarjana s1 dari fakultas teknik tersebut dalam waktu 3,5 tahun dengan IPK diatas 3. Lulusnya pun spesial, karena saya lulus sendirian. Hanya seorang diri tanpa ditemani teman satu angkatan, bahkan angkatan senior saya pun waktu itu belum ada yang lulus.


Kelulusan yang saya dapatkan dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah itu saya hadiahkan untuk keluarga saya, terutama ayah dan ibu.

Ketika masih awal-awal smester kuliah saya sering berkomunikasi dengan sahabat-sahabat SMU, hingga akhirnya ada salah 1 sahabat saya yang memberitahu tentang buku yang membahas kekayaan dan bisnis. Buku itu berjudul "Rich Dad Poor Dad", karangan Robert Kiyosaki.

Dari buku itu saya banyak belajar dan berfikir, hingga saya mengambil keputusan setelah lulus saya harus bekerja di perusahaan impian saya lalu saya mengumpulkan modal dan memutuskan untuk berbisnis.

Saya merencanakan untuk bekerja di perusahaan selama 5 tahun. Namun siapa sangka saya hanya mampu bertahan hanya 2 tahun saja, meski saya sudah menjadi karyawan tetap dengan berbagai tunjangan.

Kenapa saya hanya bertahan 2 tahun saja, keyakinan untuk resign itu hadir ketika saya merasa jenuh, capek dan berpikir. Inilah beberapa pertanyaan-pertanyaaan yang sering kali muncul di pikiran ketika itu:

Sampai kapan saya akan seperti ini terus? berkerja lebih dari 8 jam sehari dan lembur jika diminta.


Sebenarnya apa yang saya cari dari rutinitas pekerjaan yang saya lakukan ini? monoton dan tanpa variasi, seperti robot yang dikendalikan oleh remot.

Sampai kapan saya harus menjadi karyawan, menjadi bawahan dan mengikuti apa kata boss di perusahaan ini?

Kapan saya memiliki waktu yang banyak untuk berkumpul dengan keluarga, bermain dan bergaul dengan sahabat, beribadah kepada Nya, sholat di Masjid manapun yang saya ingin kunjungi. Karena 8 jam waktu saya ditambah waktu berangkat dan pulang hanya saya gunakan untuk bekerja. Selebihnya hanya untuk istirahat dan kembali lagi bekerja.


Apakah memang siklus hidup saya hadir di dunia ini adalah, masa kecil – sekolah – kuliah – lulus dapat ipk tinggi – kerja – nikah – punya anak – pensiun karena tua – lalu mati ?

Apakah anak-anak saya nanti akan mengikuti alur hidup saya seperti ini juga?

Bukankah Allah menciptakan saya di dunia ini untuk beribadah kepadanya? Meski bekerja pun ibadah, tetapi mengapa saya tidak memiliki kebebasan waktu?

Kenapa saya harus mengikuti pola semacam ini?

Bukannya saya tidak bersyukur, dan tidak tahu terima kasih, justru saya ingin menambah rasa syukur itu dengan memaksimalkan potensi yang saya miliki selama ini yang masih terpendam dan belum saya gali.

Sampai akhirnya saya menjawab sendiri semua pertanyaan itu : saya ingin bebas, saya butuh kebebasan, saya senang dengan tantangan, saya ingin lebih bermanfaat untuk keluarga besar saya dan orang lain disekitar saya.

Bebas waktu agar bisa berbagi dengan orang lain kapan saja dan dimana saja, tanpa beralasan sibuk.

Bebas waktu untuk beribadah tepat waktu tanpa beralasan saya sedang bekerja, saya sedang rapat, saya sedang di lapangan, sedang ada proyek dengan boss besar dll.

Bebas waktu agar bisa berkumpul dan bermain dengan keluarga dan sahabat tanpa beralasan saya harus pergi ke kantor, saya sedang lembur.

Bebas menentukan pendapatan, bebas uang agar bisa hidup berkecukupan.
Bebas uang agar mampu mandiri dan tidak merepotkan orang tua dan orang lain.

Berkecukupan tanpa dibatasi pendapatannya. Bebas uang agar bisa sedekah lebih banyak dan semakin rutin.


Bebas uang agar bisa membahagiakan banyak orang, agar bisa membeli dan memiliki apapun yang saya mau, dll

Disinilah awal mula karir saya dalam berwirausaha.



Memang sepertinya terlihat berlebihan dan idealis sekali, bahkan terkesan "sok" dengan berbagai alasan diatas :) Yah itulah sekeping keyakinan dan mimpi dari seorang anak manusia, karena ia yakin dengan memelihara impian-impian itu ia akan tetap bertahan meski kondisi sedang sulit dan tak bersahabat.
Tapi jika kita lihat lebih dalam lagi makna dari itu semua adalah nilai-nilai yang lebih dari sekedar kebebasan dan uang. Ada nilai lain yang saya perjuangkan yaitu KEBERMANFAATAN.
Semoga bermanfaat dan salam kenal dari saya.

Belajar dan berbagi strategi UKM | Twitter: @YunusSuhardi | WhatsApp: 081380433208 | FB : facebook.com/suhardiy | Email: yunus985@gmail.com | PIN BBM 799873B9

Sabtu, 28 Desember 2013

Jangan Asal Bertindak, Buatlah Strategi


Perlu kita sadari bahwa kesempatan semua orang itu sama, kemungkinan untuk bisa berhasil dan melakukan banyak hal pun sama. Kenapa? 

Karena dari segi waktu kita semua memiliki 24 jam yang sama, mau  yang berprofesi sebagai tukang ojek, tukang sayur, pegawai, karyawan, gubernur, bupati sampai presiden pun waktu kita sama, yaitu 24 jam 1 hari 1 malam. 

Tapi kenapa pencapaian setiap orang bisa berbeda, selain memiliki impian, pekerja keras, jawabannya adalah mereka memiliki strategi yang berbeda. 

Contoh sederhana saat kita sekolah, kenapa ada yang selalu rangking 1, 2 dan seterusnya, apa yang membedakan juara kelas dan yang lainnya sedangkan semua yang dipelajari sama, gurunya pun sama. 

Apakah karena memang dari sananya sudah pinter ya?, yang membedakan adalah cara/strategi belajar yang berbeda, teknik penyelesaian yang berbeda, pola pikir setiap siswa, manajemen waktu, kontrol emosi yang berbeda-beda.

Sama seperti menjalankan bisnis/usaha, kenapa ada yang berhasil dan ada yang gagal, ada yang bisa berkembang pesat dan ada yang jalan ditempat, banyak yang berhasil meraup keuntungan berlipat tapi lebih banyak pula yang merugi. 

Ada yang mampu memenangkan hati pelanggan dan ada yang susah mendapat pelanggan, ada yang dalam waktu 1 tahun mampu ekspansi, buka cabang dan sukses tapi banyak juga yang gagal dan bangkrut sebelum ekspansi.

Strategi dibutuhkan karena merupakan cara atau pendekatan yang mampu membuat percepatan dan pencapaian agar menjadi lebih mudah, lebih cepat, lebih menguntungkan dan efisiensi waktu, tenaga serta biaya.

Bagaimana kita bisa membuat strategi yang efektif yang akan menghasilkan keuntungan dari segi waktu, tenaga dan biaya. 

Tidak sulit di era informasi seperti sekarang ini, karena melalui internet kita mampu menemukan banyak hal yang kita butuhkan, banyak sekali ilmu, cara, dan penjelasan yang di share secara gratis dan mudah tinggal dari kita sebagai pribadi masing-masing mau atau tidak untuk mengeksplor ilmu di dunia google.

Selain dari internet, kita pun bisa membuat strategi dari pengalaman sendiri, dari kesalahan-kesalahan yang dibuat. Untuk yang belum berpengalaman bisa mebuat strategi dengan cara belajar kepada orang lain seperti senior dalam bidang nya baik kerabat dekat atau atasan kita.

Yang memiliki budget lebih untuk membuat strategi bisa mencari mentor professional untuk memandu dalam menjalankan bisnis atau pekerjaan. 

Cara lain adalah dengan banyak membaca buku, mempelajari kisah-kisah keberhasilan seseorang, dan masih banyak hal lain yang mampu membuat perbedaan agar kita bisa lebih berhasil tanpa harus berjuang sendiri melakukan trial dan error yang akan membutuhkan waktu lebih lama, tenaga yang lebih besar.

Strategi juga bisa didapat melalui seminar atau pelatihan, banyak sekali saat ini seminar dan pelatihan yang diselenggarakan dengan tujuan memberikan ilmu, memberikan peta percepatan agar terhindar dari banyak kesalahan dan kegagalan. 

Mempelajari strategi kesuksesan yang telah terbukti berhasil dilakukan oleh pihak penyelenggara atau fasilitator dalam seminar tersebut.

Pertanyaan kemudian adalah apakah setelah melakukan 1 strategi pasti akan berhasil, tentu saja belum tentu maka dari itu dibutuhkan pendekatan, kreativitas, ubah strategi jika hasil yang diperoleh tidak maksimal, kita harus siap untuk belajar lebih banyak.

Memang untuk menghasilkan sebuah strategi dibutuhkan pengorbanan dan kerja keras, tidak mungkin dengan kerja yang sama seperti kebanyakan orang melakukan tapi ingin menghasilkan sesuatu yang berbeda. Kelebihan kita memiliki strategi adalah pembeda dari semua yang umum.

Kita bisa belajar dari nasihat Lukman Al-hakim kepada putranya berikut ini:

“Bermusyawarahlah dengan  orang yang berpengalaman, karena ia memberimu dari pendapatnya sesuatu yang diperoleh dengan mahal, sedangkan engkau mengambilnya dengan cuma-cuma”

Intinya dari semua ini adalah jadikan diri kita berbeda dengan orang kebanyakan dengan cara melakukan strategi yang berbeda, banyak belajar dan banyaklah bertanya, jalin silaturahmi dengan orang lain yang lebih berpengalaman,  karena kita bisa mendapatkan peta petunjuk yang akan membimbing kita melewati jalan panjang dan memberi tahu agar terhindar dari lubang-lubang kesalahan yang mungkin terjadi.

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba…



Belajar dan berbagi strategi UKM | Twitter: @YunusSuhardi | WhatsApp: 081380433208 | Email: yunus985@gmail.com | PIN BBM 799873B9


Kamis, 26 Desember 2013

Jangan Bingung Memulai Bisnismu Sendiri

Sama seperti saya dulu sebelum merintis usaha sendiri, perasaan gelisah, mikir pengen punya usaha, banyak ide, banyak mimpi, tapi kenyataan-nya berat melangkah, khawatir. 

Diantara kekhawatiran atau kebingungan yang muncul adalah gimana caranya? Belajar sama siapa? Mulainya  dari mana? Modalnya berapa? Dapet modal dari mana? Nanti rugi gak ya? Online apa offline konvesional?

Bingung….! Bahkan ada yang stress duluan, ini mah kalah sebelum berperang tapi gak apa-apa yang penting usaha nya bisa terwujud dan berjalan.

Tips nya saat kebingungan mendera dan keraguan datang  bertubi-tubi maka saran saya adalah istirahatkan pikiranmu sejenak. Masuk kamar, tutup pintu, matikan laptop, matikan handphone, tutup buku, letakkan pena lalu baringkan badan dan pejamkan mata. 

Selanjutnya tarik nafas dalam-dalam. (Lebih seru dan nikmat kalo dilakukan saat sepertiga malam, disaat tenang dan hening.)

Lalu mulailah berdialog dengan hati mu.

Bertanyalah dengan hati apa yang saya inginkan?
Untuk apa semua ini saya lakukan?
Kenapa saya ingin berbisnis?
Apa yang saya perjuangkan?
Apa makna semua ini bagi saya?
Benarkah berbisnis adalah pilihan yang sudah mantap atau sekedar ikut-ikutan?
Apa yang akan saya dapatkan nanti nya?

Dan pertanyaan lainnya, temukan jawaban yang menenangkan pikiran.

Lalu mantapkan lah hati bahwa semua harus dilakukan, bersiaplah untuk menerima semua keadaan. Jangan takut untuk melangkah, berpikir dengan akal dan logika jangan mendahulukan emosi.

Banyak isi dari seminar, buku, dan artikel yang memuat tema tentang cara memulai usaha hampir semuanya mengajarkan kita harus punya impian terlebih dahulu dan menyiapkan rencana yang matang, siap menerima resiko dan juga siap untuk kesuksesan. 

Tapi yang mau saya ingatkan adalah bersiaplah untuk berkeringat dalam merintis usahamu nanti dan jangan kalah dengan keadaan, karena setiap orang memiliki kemampuan yang hebat untuk mengatasi semua masalah yang ada.

Ibarat jus mangga, lebih enak jika diminum dari pada sekedar dibayangkan. Begitu pula dengan bisnis atau usaha, akan lebih nikmat bila dimulai dan dilakukan segera, tanpa menunda lebih lama.

Jangan menunggu sempurna untuk memulai, tapi mulailah sekarang juga agar menjadi sempurna. Memang tak ada kesempurnaan dalam hal apapun, tapi setidaknya kita telah melangkah untuk menyatukan bagian-bagian dari kesempurnaan itu.

Bingung merencanakan sama seperti merencanakan kebingungan, merencanakan kegagalan. Mulailah dengan kemantapan hati, ketenangan, kesadaran. Kuncinya adalah ingatlah bahwa wajar saja kalo kita bingung, gelisah, takut, memang itu sifat manusiawi karena kita memang lemah, karena kita hanya seorang hamba. 

Agar kuat dan mantap mintalah pertolongan Allah SWT dari awal kita meniatkan ingin usaha, saat proses perjalananya dan saat kesuksesan atau kegagalan yang akan datang nantinya.

Berserah dan berpasrah kepada Allah SWT biar adem hatinya……

Oke semoga sudah gak bingung lagi ya.. dan semoga bermanfaat tulisan ini


Belajar dan berbagi strategi UKM | Twitter: @YunusSuhardi | WhatsApp: 081380433208 | Email: yunus985@gmail.com | PIN BBM 799873B9